Met Hari Ibu….

Dah lama juga ngga posting… kirain baru berapa hari, ngga nyangka dah lewat sepekan gw ngga posting. Sebenernya pas Hari Ibu gw pengen banget posting, tapi lagi ngga ada ide gitu deh, mungkin karena lagi ngga mood ja kali ya?? and kebetulan sekarang mood gw lg bagus, jd pengen posting…

Ngotot nih masih mau posting tentang Ibu, bodo amat harinya udah lewat.. gw cuma mau berbagi cerita yang pernah gw baca entah dimana tentang gimana sibuknya Tuhan pas nyiptain seorang ibu. Tapi ini cuma cerita ja loh… bukan kisah nyata, cerita ini cuma buat ngasih gambaran ke kita betapa hebatnya seorang ibu.

Here it goes the story…

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para ibu.
Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut : “Tuhan, banyak sekali waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ?”
Dan Tuhan menjawab pelan: “Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan ?
01) Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik.
02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai
03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya
04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya.
05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya.
06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
07) Enam pasang tangan!!

Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya “Enam pasang tangan….? isk isk isk”
“Tentu saja ! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang
melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik….” balas Tuhan.

08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.

“Bagaimana modelnya ?” Malaikat semakin heran.
Tuhan mengangguk-angguk. “Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya : “Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?”,  padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.
“Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bias melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan…
Sepasang mata ketiga untuk menataplembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata : “Saya mengerti dan saya sayang padamu”. Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.
“Tuhan”, kata malaikat itu lagi, “Istirahatlah”
“Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai”

09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging.
11) Ia juga harus menyuruh anak umur 7 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi….

Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
“Terlalu lunak”, katanya memberi komentar.
“Tapi kuat”, kata Tuhan bersemangat.
“Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita.
“Apakah ia dapat berpikir ?” tanya malaikat lagi.
“Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi”, kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. “Eh, ada kebocoran disini”
“Itu bukan kebocoran”, kata Tuhan. “Itu adalah air mata…. air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata…., airmata….”
Akhirnya Malaikat berkata pelan pada pembaca……:

“JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENGHORMATI, MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA”

-rialovesmoms-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: